MOFA berusaha menjamin hak olahragawan dalam kontroversi referendum rektifikasi nama negara

MOFA berusaha menjamin hak olahragawan dalam kontroversi referendum rektifikasi nama negara

(Taiwan, ROC) – Kementrian Luar Negeri (MOFA) tidak memiliki pra-pendirian apa pun atas isu referendum, dan segala keputusan serta kebijakan MOFA akan didasarkan pada keputusan Komisi Pemilihan Umum Pusat (CEC) perihal hasil pemilihan umum dan referendum.

Demikian diungkapkan juru bicara MOFA Andrew Lee (李憲章) pada hari Kamis, 22 November, perihal kontroversi hangat yang ditimbulkan salah satu referendum yang akan diselenggarakan akhir pekan ini.

Lee mengatakan, “Sebagai lembaga diplomatik, kami akan berkolaborasi dengan Kementrian Pendidikan dan Komite Olimpiade Chinese Taipei untuk memberi bantuan pada setiap olahragawan, menjamin hak mereka untuk meraih perlakuan adil dalam semua pertandingan dan kegiatan olah raga internasional.”

Untuk diketahui, pemilihan umum kepala daerah dan 10 referendum akan diselenggarakan secara bersamaan pada hari Sabtu, 24 November. Di antara 10 referendum yang akan diadakan, referendum atas isu rektifikasi nama negara untuk mengikuti Olimpiade Tokyo 2020 telah membangkitkan kontroversi hangat di Taiwan.

Fokus kontroversi adalah apakah hak olahragawan di Taiwan akan terpengaruh andaikata Taiwan sungguh-sungguh memakai nama negara “Taiwan” untuk menggantikan “Chinese Taipei” yang kini dipakai dalam manca kegiatan olah raga internasional.